The Result of Hard Work

25 Okt

The Result of Hard Work

Delapan bulan menjelang Ujian Nasional (UN), semua murid kelas XII MIPA maupun XII IPS belajar, mengerjakan, serta memahami soal-soal tryout dengan sungguh-sungguh. Sampai ada yang meminjam soal-soal tahun lalu. Bisa saja soalnya sama, cuman diganti angkanya doang atau ceritanya. Kebanyakan orang beranggapan begitu. Mereka pertama-tama harus paham betul dengan materinya. Kalau sudah paham betul, baru mengerjakan soal-soal tryout agar dapat menjawab soal-soal UN.

Hari di mana mengerjakan soal UN pun tiba,semua murid XII MIPA maupun XII IPS panik. Mereka takut kalau mereka tidak bisa mengerjakannya. Sebelum mengerjakan soal, tak lupa kita harus membaca doa terlebih dahulu agar mendapat kemudahan untuk menjawab soal-soal.

Menyerah? Jangan dulu, kita harus berusaha dahulu.

Masak, belum mencoba sudah menyerah. Itu namanya pecundang. Oh ya, beberapa orang merasa saat masuk ke ruang ujian hafalannya hilang semua atau yang sering disebut nge-blank.

H+61 setelah UN selesai, seluruh siswa-siswi kelas XII merayakan kelulusan mereka dengan melakukan wisuda atau akhirussanah. Banyak orang yang beranggapan bahwa hari kelulusan adalah hari terbebas yang pernah ada. Sebagian orangnya lagi beranggapan bahwa hari kelulusan adalah hari di mana kita berpisah dengan teman-teman.

Mereka jelas-jelas lulus, tetapi bagaimana nasib nilai mereka?

Sebagian orang peduli dengan nilai. Sebagiannya lagi tidak peduli, apalagi si Pinky, Joshua, dan David. Mereka bertiga tidak peduli dengan nilai. Bagi mereka, nilai adalah hal yang kecil.

Pernah Pinky bilang bahwa ia sangat yakin bahwa ia bisa diterima di universitas favorit.

Si David dan Joshua juga bilang sama seperti Pinky.

Berbeda dengan Esa-orang yang selalu berpikir dengan nasibnya dimasa depan,dia pernah bilang kepada mereka bertiga,bahwa sebaiknya kita harus memikirkan nilai kita,nilai itu penting buat kita untuk diterima di universitas favorit.Bagi mereka bertiga sih,bodo amat.

Sebenarnya Pinky itu pintar, David juga, tetapi dia tidak memakai kepintarannya di saat ia sedang sangat membutuhkan kepintaran itu. Dulu mereka saat mendaftar ke SMP-nya, ia memiliki nilai yang sangat bagus. Tetapi kali ini teman-temannya dikejutkan dengan hasil ujian SBMPTN miliknya, Joshua, serta David. Nilai mereka turun dari dugaannya atau bisa dibilang di bawah rata-rata teman-temannya.

H+7 setelah wisuda, semua orang, baik XII MIPA maupun XII IPS berkumpul di rumahnya Pinky. Mereka melakukan sebuah pesta perayaan kelulusan.

Ada salah satu di antara mereka yang tidak senang dengan pesta tersebut. Baginya itu terlalu berfoya-foya. Ia hanya duduk di sofa dan melihat teman temannya berpesta ria.

Orang itu adalah Esa.

Satu tahun kemudian, Esa duduk di bangku universitas. Teman-teman Esa tidak menyangka si Esa bisa diterima di univeristas favorit. Teman-teman Esa, termasuk Pinky diterima di universitas yang biasa-biasa saja.

Alangkah senangnya si Esa bisa diterima di universitas terbaik se-Indonesia. Lebih-lebih lagi, dia bisa membanggakan kedua orang tuanya yang telah menjaga dan merawat Esa dari kecil hingga sekarang. Saat penerimaan nilai SBMPTN, Esa tidak percaya bisa diterima di universitas favorit yang telah dia impikan sejak SMP. Impiannya kini telah tercapai.Ia mengambil jurusan IT.

Wush….IT, mantab lur. Ia ingin sekali membuat robot digital atau barang apapun intinya serba digital. Ia juga ingin sekali mengembangkan Indonesia menjadi negara yang maju sama halnya dengan negara Jepang dan China yang mana negaranya sudah maju lebih dahulu.

Ia tidak ingin Indonesia dipanggil negara “ber-flower” atau yang dimaksud negara berkembang. Berkembang saja terus, kapan Indonesia bisa maju kalau kayak gini terus.

Esa belajar bahwa kesenangan atau penyesalan selalu akan datang di akhir.

Kita harus berjuang terlebih dahulu, baru setelah itu bersenang-senang. Seperti peribahasa -Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-sengan kemudian-.

 

-Gayatri Tarina Ratna Dewani (Angkatan 2019)

(Visited 11 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

76 − = 66