KAMBING DAN SUMUR TUA (Oleh: Yanda Bambang Pramono)

16 Apr

KAMBING DAN SUMUR TUA (Oleh: Yanda Bambang Pramono)

Di sebuah desa, hiduplah seorang peternak yang barnama Pak Azhar. Pak Azhar memelihara kambing yang sangat banyak di peternakannya. Ativitas sehari-hari Pak Azhar adalah menggembala ternaknya di ladang. Di ladang tersebut terdapat sumur tua yang sebenarnya hendak ditutup olehnya karena sudah tidak mengeluarkan sumber air.

Di suatu pagi, salah satu kambing peliharaan Pak Azhar mencari makan di sekitar sumur tua untuk mencari rumput yang hijau nan segar. Tidak, berlangsung lama, tiba-tiba kambing tersebut terperosok ke dalam lubang sumur. Ternyata lubang tersebut adalah, sumur tua yang hendak ditimbun oleh Pak Azhar. Kambing tersebut meminta pertolongan dengan mengembik sekeras-kerasnya, tetapi tidak satupun orang yang mendengarnya. Kambing tersebut terus mengembik pasrah dan berharap Pak Azhar segera menolongnya.

Di suatu sore setelah selesai menggembala ternaknya, Pak Azhar tiba-tiba teringat sumur tua yang hendak ia timbun dengan tanah agar tidak membahayakan orang lain. Ia hendak meminta bantuan anaknya, Budi untuk menemaninya menimbun sumur tersebut. Pak Azhar, tidak tahu jika kambing peliharannya ada yang terperosok ke dalam sumur tersebut karena tidak ada suara lagi dari dalam sumur.

Pak Azhar dan Budi mengambil tanah di pinggiran sumur tua itu, lalu dengan perlahan-lahan mencangkul tanah dan memasukkannya ke dalam sumur. 

Kambing di dalam sumur terlihat sangat ketakutan dengan tanah yang tiba-tiba menimbun dirinya di dalam sumur itu. Sampai di situ, instingnya bekerja, bahwa tanah yang menimbun dan mengenai tubuhnya selalu dikibaskan. Kambing itu menggoyangkan tubuhnya, sehingga tanahyang menjatuhinya dapat menjadi pijakan. Begitu seterusnya insting si Kambing tersebut bekerja. 

Sampai beberapa jam kemudian, Pak Azhar dan Budi kaget melihat ada seekor Kambing yang muncul dari dalam sumur tua. Pak Azhar baru menyadari bahwa itu adalah salah satu kambingnya. Kini Kambing tersebut dapat sampai ke ujung atas sumur berkat tanah yang diinjaknya. Akhirnya, Kambing pun dapat terselamatkan.

Pak Azhar mendapatkan hikmah dari peristiwa ini. Ia berkata kepada Budi bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Ibarat kambing terjatuh di dalam sumur yang begitu dalam sampai tidak dapat berbuat apapun, harapan akan selalu ada. Jalan keluar dari masalah adalah berpikir dengan tenang, tidak panik untuk mendapatkan ide dan solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Selain itu, harapan kepada Allah Subhanahu Wata’ala juga sangat penting untuk selalu ada dalam diri setiap insan. 

 

(Visited 4 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

67 − = 63