SI BUDI YANG MANDIRI (Oleh: Yanda Bambang Pramono)

1 Des

SI BUDI YANG MANDIRI (Oleh: Yanda Bambang Pramono)

Bu Syifa memiliki anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Budi. Keduanya suka sekali makan ikan bandeng. Seperti yang kita ketahui, ikan bandeng rasanya enak namun mempunyai banyak duri kecil dan sangat berbahaya untuk anak kecil. Setelah memisahkan daging ikan dari durinya, Bu Syifa memberikan kepada anaknya. 

Suatu ketika Bu Syifa tidak memisahkan ikan dengan durinya, dia langsung memberikan ikan itu kepada anaknya. Dia ingin anaknya belajar memisahkan duri dari daging ikan. Namun, setelah beberapa menit mencoba, Budi menyerah. 

“Bu, aku nggak mau makan ikan ini. Terlalu banyak durinya.” kata Budi. 

Bu Syifa menjawab dengan lembut, “Anakku, coba lihat ikan bandengnya. Kamu liat lebih banyak dagingnya atau durinya?”

“Ya, tentu lebih banyak daging dibanding duri.” jawab Budi. 

“Jadi, tahukah kamu Nak kenapa kamu nggak bisa misahin? Itu karena kamu fokus pada durinya. Kamu tidak fokus pada dagingnya.” ucap Bu Syifa.

“Nak, mulai saat ini kamu harus belajar mandiri. Itu semua agar kamu dapat hidup dengan nyaman.” kata sang Ibu. 

“Baiklah Ibuku sayang.” kata si Anak.

Seiring bertambahnya usia, kini si Budi telah berusia tujuh belas tahun. Ia menjadi semakin mandiri dalam berpikir maupun bertindak. Pesan yang disampaikan oleh ibunya tentang kemandirian selalu ia terapkan dalam kehidupannya. Bahkan, Budi saat ini menjadi panutan siswa lain dengan menjadi juara kelas dan ketua OSIS di sekolahnya. Dengan fokus dan tekad yang kuat dari dalam dirinya, dia berhasil mencapai tujuan hidupnya.

Sumber: Diadaptasi dari cerita “Ikan atau Duri” yang bersumber dari https://peterdendi.wordpress.com/2012/01/10/ikan-atau-duri/, Senin 01/01/2019 pukul 20.00 WIB.

 

(Visited 2 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × = 12